Sekilas Reputasi IDP Dalam Kesempatan

Oleh: Abdian Rijal Pahlawan

Pertanyaan yang ingin saya lontarkan. kenapa IDP baru di narasikan tentang kegagalannya diakhir masa kepemimpinannya, dan narasi IDP gagal itu setelah mendengar info IDP mau mencalonkan lagi untuk hajat pilkada 2020. Nah membaca narasinya kuat firasat saya, ada kandidat lain yang ingin digolkan untuk Merebut Singgasana Bima. 

"sebenarnya pribadi yang netral itu dua jam setelah dilantik harus mengkritik kebijakan tiran" Prof. Rocki Gerung. bukan kampanyekan kegagalan dengan mengatasnamakan Netralitas. 

asyiknya malam ini kita berdialektika bagaimana langkah menjemput peradaban Bima priode berikutnya. Tanpa harus menghukum pribadi dengan narasi "GAGAL". bagi saya IDP ndak "GAGAL" hanya saja waktu yg ndak cukup untuk menuntaskan animo masyarakat. Itu netralnya saya!!

Malam ini saya duduk ditanah rantuan sembari memikirkan Bima dan bersemedi bersama hangatnya kopi hitam sugukan  penjual. 

Bima dalam banjiran kritikkan para tendensi yang mungkin tampil sebagai barisan oposisi, dengan mendokumentasikan potret buram IDP lalu mengatakan bahwa IDP telah gagal dalam menahkodai Bima. "Cieee yang bid'ah dan ribba' dalam menshare kegagalan IDP".

Teriakan IDP untuk tidak menahkodai Bima dua periode itu saya baca dalam sabda fb. Ini yang membulat nawaitu saya untuk mengacungkan pertanyaan. Kira kira siapa figur berikut yang akan mengantikan IDP, kira kira tidak akan menuai kritikkan seperti ini ketika figur selanjutnya menang dalam hajat pilkada bima? dan Dijamin ndak kalau figur pengganti IDP yang naik tahta berikutnya akan lebih bagus dari IDP.

"Perlu ditau yaaa, Saya lagi ndak moot dengan tanggapan ramalan, dan cukuplah mendiang mama lourent yang jadi peramal. nah, untuk memangkas manifestasinya mama lourent, hadirkan Lawan yang siap mengadang seorang IDP.  

"Mari bicara fakta sajalah, tanpa harus menshare lima diantara satu kegagalan, tanpa harus mengatakan satu kalau dua masih diharapkan". 

Silahkan memberikan pernyataan menurut hematnya masing masing dengan alih alih netralitas ternyata Instan membaca artikel(media). Gesitnya IDP mampu memindahkan singgsana kewilayah kabupaten tepatnya di kecamatan Woha, dan itu merupakan reputasi politik yg luar biasa. 

Memimpin adalah ikhtiar. APBD itu hak preoregatif pemerintah untuk mengelola. bukan urusan masyarakat. Tugas masyarakat menikmati apa yg sudah dikelola. Dan bagi saya itu sudah tuntas 

Persoalan agama dan lebih lebih konsep membumikan Al Qur'an sangat luar biasa dibawah kendali IDP. Bagaimana IDP melirik dan mengatensi Qori Internasional, Syamsuri firdaus melalui dana APBD. Ndak logis jika bupati yang salahkan ketika ada kasus pelakor, aborsi, Nikah dibawah umur dll di Bima. 

Perlu diketahui bersama, Sekolah bukanlah sebuah tolak ukur kita mengatakan gagal dan tidak gagalnya di dalam menstir sebuah wilayah dan daerah. Maka melalui momentum dan kesempatan ini, sebagai pribadi yang melirik Bima dengan kacamata netral, IDP telah mempersembahkan yang terbaik untuk Kabupaten Bima

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru