Menakar Peluang Indah Damayanti Putri Sebagai Petahana Dalam Pilkada Kab. Bima Tahun 2020

Oleh: M. Ulfatul  Akbar Jafar (Dosen Fisipol Ummat)

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang selanjutnya disebut “PILKADA” pemilihan adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Provinsi, Bupati dan Wakil Bupati untuk Kabupaten, serta Walikota dan Wakil Wali kota untuk Kota.

Pada dasarnya pemilihan kepala daerah adalah sebuah peristiwa luar biasa yang dapat membuat perubahan berarti bagi daerah. Dan dalam penentuan terpilihnya kepala daerah yang memiliki peranan penting adalah rakyat, PILKADA adalah sarana konstitusional bagi masyarakat dalam memberikan penilaian bagi petahan (baik/buruk) pelaksanaan pemerintahan sebelumnya, serta memberikan penilain juga terhadap kandidat lain yang menjadi penantang petahana.

Dalam setiap kontestasi (PILKADA) petahana tentu akan menjadi kandidat kuat, Istilah "petahan" mulai trend di Indonesia semenjak mantan Presiden SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) mencalonkan Presiden RI di periode kedua pada tahun 2009, disitulah kata "petahana" mulai di gunakan hampir semua perhalatan politik di Indonesia baik di momen pilpres (pemilihan presiden), momen pilkada (pemilihan kepala daerah) maupun momen pileg (pemilihan legsilatif). Kata "petahana" dalam dalam bahasa inggris incumbent, berasal dari kata "tahana", yang berarti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan. Dalam politik merupakan istilah bagi pemegang suatu jabatan politik yang sedang menjabat, dimana istilah ini biasanya digunakan dalam persaingan antara kandidat petahana dan non petahana.

Petahana tentu akan menjadi kandidat terkuat dalam setiap kontestasi (PILKADA), Fenomena incumbent di setiap pilkada memberikan warna tersendiri. Peluang yang dimiliki incumbent lebih besar dibanding calon lain. Berdasarkan data Lembaga Survei Indonesia (LSI), pada Pilkada serentak tahun 2015 kemenangan incumbent mencapai 70%., kemenangan petahana tentu sangat bisa dipahami karena petahana menguasai segala sumberdaya yang ada di daerah tersebut

walaupun secara normative dan konstitusional tidak dibenarkan petahan/kandidat memanfaatkan sarana pemerintah daerah untuk berkampanye akan tetapi sukar kita menilai apakah petahan tidak menggunakan fasilitas daerah untuk berkampanye. Bagi petahan masa jabatan lima tahun sebelumnya adalah modal besar untuk memastikan terpilih kembali, Petahana menguasai jabatan structural, PNS, pegawai honorer serta sumberdaya alam yang ada di daerah untuk kepentingan periode selanjutnya, untuk meningkatkan popularitas serta elektabilitasnya.

Di kabupaten Bima sendiri sebagai petahana Indah Damayanti Putri (IDP) merupakan sosok yang memiliki popularitas yang tinggi bahkan jauh sebelum IDP menjadi bupati, karena IDP adalah istri dari bupati sebelumnya almarhum Fery Zulkarnain ST sejak saat itu IDP sangat populer di masyarakat kabupaten Bima, sosok IDP sangat populer karena dikenal ramah kepada siapapun, memiliki perawakan tubuh tinggi semampai serta cantik. IDP memenangkan PILKADA kabupaten Bima tahun 2015 yang berpasangan dengan Dahlan M.Noor dengan perolehan suara 105.506 suara atau 40,12 % mengalahkan rival terdekatnya yaitu pasangan Drs H Syafrudin HM Nur MPd-Drs H Maskur HMS yang hanya memperoleh suara sebanyak 74.215 suara atau 28,22 %, sejak saat itu, popularitas IDP kian meningkat seiring jabatan yang dimiliki, IDP juga menjadi bagian dari kerajaan Bima semenjak dipersunting oleh almarhum Fery Zulkarnain ST (Raja Bima saat itu), dengan label kerajaan yang melekat dalam diri IDP tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kabupaten Bima, mengingat tidak sedikit dari masyarakat Bima yang sangat menghormati, mengidolakan seseorang dengan label kerajaan dan itupun mereka (masyarakat) tuangkan dalam pilihan politik mereka, IDP juga memiliki seorang putra “Mohammad Putra ferryandi” (Raja Bima sekarang) yang kini terpilih menjadi anggota DPRD kabupaten Bima masa bakti 2019-2024 dengan perolehan suara tertinggi dan berpeluang menjadi ketua DPRD kabupaten Bima, tentu ini menjadi modal yang cukup bagi IDP untuk mengarungi PILKADA serentak tahun 2020 mendatang.

APAKAH incumbent BISA DIKALAHKAN..?

Berdasarkan fakta serta fenomena PILKADA yang terjadi di Indonesia, tidak semua petahana menang dengan kata lain petahan juga memiliki peluang untuk kalah, sebagai contoh saat PILKADA serentak di Provinsi Lampung. Sebanyak 3 dari 4 incumbent yang maju pada pilkada serentak di Provinsi Lampung tahun 2015 kalah. Incumbent kalah diantaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Way Kanan ini berdasarkan data Lembaga Survei Indonesia (LSI). Hal ini tentu bisa saja terjadi di kabupaten Bima, mengingat ada sekali bakal calon yang bermunculan dari berbagai profesi, ada dari akademisi,pengusaha dan politisi bahkan tokoh agama, sebut saja salah satunya adalah Rektor Universitas Muhammadiyah  Mataram bapak Arsyad Gani yang merupakan salah satu tokoh dari Bima yang sudah memiliki segudang pengalaman dibidang pemerintahan serta bisang akademisi. Sosok AG digadang-gadang akan menjadi kandidat yang tepat untuk bertarung di PILKADA kabupaten Bima tahun 2020 mendatang bersaing dengan petahana IDP, calon kandidat yang lain juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pesaing IDP serta menjadi pemenang dalam kontestasi tahun 2020 mendatang.

Ada juga nama lain yang santer dibicarakan serius untuk ikut menjadi kontestan yaitu Edy sabraha yang notabene adalah pengusahan minyak yang akan berpasangan dengan Dr. H. Ghazaly Ama La Nora M.Si, serta masih banyak lagi nama lainnya dan diprediksi akan semakin banyak mengingat perhelatan PILKADA serentak masih panjang tahun 2020 mendatang. Akan tetapi siapapun yang akan menjadi saingan IDP tahun 2020 mendatang tetap harus memiliki Modal yang jauh lebih banyak dari IDP sebagai petahana, pesaing harus lebih populer, memiliki modal financial yang kuat, memiliki ketokohan, mampu menjadi panutan serta memiliki Visi- Misi yang sesuai kebutuhan serta keadaan kabupaten Bima

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru