Mahasiswa UIN Mataram Deklarasi Anti Hoax

Demi mewujudkan politik sehat, aman, damai dan terhindar dari isu-isu politik hoax. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar deklarasi Politik Anti Hoax di halaman gedung pascasarjana, Senin (19/11)

Deklarasi tersebut menolak segala bentuk berita yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan yang berlatar belakang suku, agama, ras dan golongan. Menyaring sebelum sharing berita yang benar sesuai fakta yang terjadi serta tidak menyebarkan berita hoax dan fitnah. Akan menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas. Menjadi generasi yang selalu mentradisikan tabbayun dalam merespon isu-isu fitnah dan hoax. Mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas penyebar hoax. Mendukung suksesnya pemilu 2019 yang berintegritas, profesional, transparan dan berkepastian hukum.

"Pemilu tahun 2019 merupakan pemilu yang istimewan bagi kita, karena ini pertama kali terjadi pemilu serentak antara presiden dan legislatif," ungkap Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI), Agus, M.Si usai deklarasi.

Ia mengatakan bahwa keistimewaan pemilu ini merupakan momentum untuk membangun konsolidasi demokrasi. Salah satu konsolidasi demokrasi adalah terbangunnya stabilitas politik, demokrasi dan pemilu. Kemudian segala bentuk prilaku yang mengganggu ke-tiga stabilitas itu terutama hoax, pihak akademis akan menolak semua itu.

"Kita sebagai akademisi dan mahasiswa menyatakan diri untuk menolak semua itu," tegasnya.

Dengan adanya materi yang disampaikan oleh sekretaris Dinas Diskominfotik NTB, Ach. Fairu Abadi, dengan tema cara cerdas generasi milenial mengenal, memfilter, dan mencegah penyebaran hoax di media sosial.  Polda NTB  berantas konten Hoax dalam masyarakat, KPU NTB dengan materi peran KPU dalam mengatasi Hoax menjelang pemilu, serta BAWASLU NTB dengan materi menganalisis dan mengantisipasi isu sara politik. 

"Kita harapkan bahwa semua perwakilan mahasiswa yang hadir dan mengikuti deklarasi dapat menyampaikan ke teman-teman yang lain. Sehingga deklarasi menolak politik hoax ini terus bergulir di kalangan mahasiswa," harap Agus.

Sementara ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI), Riski ajhelis mengatakan bahwa dengan deklarasi ini dapat mengurangi konflik yang terjadi di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

"Kami sebagai mahasiswa pemikiran politik islam akan bersatu dalam menangkal isu-isu hoax yang menyebabkan konflik-konflik yang terjadi di tengah masyarakat," katanya.

Ia juga berharap, Pemilu serentak pada tahun 2019 mendatang semoga dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas serta transparan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang baik. (Man/Aan)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru