Generasi Muda Lombok Barat Siap Hantarkan Ali Bin Dachlan Jadi Gubernur

Kehadiran generasi muda yang tergabung dalam Tim Pejuang Muda Ali - Sakti siap menghantarkan calon Gubernur Ali Bin Dachlan siap menjadi Gubernur di 2018.

"Pejuang muda adalah relawan yang rela tanpa imbalan apapun, oleh karenanya sebagi generasi muda siap mensukseskan Ali Bin Dachlan harus duduk menjadi Gubernur," ucap Ketua Tim Pejuang Muda Ali-Sakti Lombok Barat Hendri Ardianto di acara Deklarasi dan Pengukuhan Tim Pejuang Muda Ali - Sakti di Taman Budaya Lombok Barat, Kamis (10/5/2018).

Kehadiran para generasi muda yang mendukung Ali Bin Dachlan kian mematahkan anggapan banyak orang perihal usia dari pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini.

"Dengan adanya dukungan besar ini artinya seluruh pelosok hingga wilayah di Lombok Barat dari ujung Wangsit hingga ujung  Sekotong membuktikan bahwa generasi muda sangat cinta terhadap Ali-Sakti," bebernya lagi.

Sementara itu, Ketua Tim Pejuang Muda Ali-Sakti NTB Karomi menambahkan generasi muda tidak pernah patah semangat untuk terus membuktikan yang ingin ada perubahan buat Nusa Tenggara Barat melalui tangan Ali-Sakti.

"Kami adalah barisan rakyat, barisan independen untuk membangun semangat Nusa Tenggara Barat. Banyak yang meragukan semangat Ali Bin Dachlan yang bukan dari sisi usia melainkan pemikiran yang cerdas, pemikiran terbuka dan memikirkan hati masyarakat," urainya.

Di sisi lain, Ali Bin Dachlan menambahkan bahwa masyarakat harus memandang segala sesuatunya dengan hal yang positif bukan dengan cara yang negatif.

"Jika ingin menang menjadi Gubernur jangan mendeskripsikan dengan hal yang negatif melainkan pandanglah dengan positif bukan memandang yang negatif," lanjutnya.

Selain itu, Ali Bin Dachlan menuturkan calon nomor 4 adalah calon independen, karena dipilih oleh rakyat. Otomatis perjuangan hak rakyat harus diutamakan. "Kita tidak mau ditekan atau diinjak oleh golongan manapun. Hanya rakyat yang boleh getok saya, siapa yang berani mengganggu rakyat maka saya libas. Siapa saja kepala daerah yang menakuti kepala dinas maka akan berhadapan dengan saya saat terpilih menjadi Gubernur. Jika  demikian berbuat seperti itu maka itu sama saja mereka tidak berani untuk memenangkan pilkada," pungkasnya. (wardi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru