Rakor, Awal Persiapan Kegiatan Pilkada Lobar


LOMBOK BARAT,KM. Mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Nomor 1 tahun 2017, tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil bupati, dan atau walikota dan wakil walikota tahun 2018, Kamis (14/9), KPU Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menggelar rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung di Restaurant Ujung Landasan, Giri Menang Gerung. Rakor tersebut, merupakan awal dari persiapan penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Lobar tahun 2018 mendatang.


Pimpinan rakor sekaligus ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri mengemukakan, dari sisi peserta rakor kali ini, boleh dibilang lengkap. Seluruh ketua dan  perwakilan partai politik (parpol) dinyatakan lengkap hadir. Demikian juga dari tokoh pemuda, toma-toga se Lobar, Seluruh Divisi KPU Lobar, Wakil Ketua DPRD, Kapolres Lobar, Dan Dim 1606 Lobar, Ketua dan Anggota Panwaslu Lobar SKPD lingkup pemkab.Lobar pun hadir.

Dalam arahannya, Suhaimi berharap, pada gelaran rakorf ini, semua peserta bisa saling memberikan saran yang positif dan konstruktif. Kata dia, agar suksesnya peneyelnggaraan pilkada tahun 2018 mendatang, dalam rakor ini merupakan awal koordinasi menjelang pelaksanaan pilkada. “Ke depan kita akan sering melakukan rakor yang sama demi berkualitasnya pelaksanaan demokrasi pilkada 2018,” katanya.


Disampaikan Suhaimi, tahapan penyelenggaraan Pilkada Lobar 2018, secara khusus di KPU Lobar, sudah diawali dengan penetapan syarat minimal dukungan bagi calon perseorangan. Itu diawali dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mengacu pada pemilihan Presiden dan wakil Presiden. DPT ini dijadikan acuan dukungan minimasl bagi calon perseorangan. “DPT Pemilu kita di Lobar berjumlah 475.028,” sebut Suhaimi.


Lebih lanjut disampaikan Suhaimi, Penetapan DPT ini sudah ditetapkan lebih dari sepekan yang lalu. DPT itulah sebagai syarat minimal dukungan bagi calon perseorangan. Dalam Undang-Undang Pilkada konteks Lobar, dikalkulasikan 8,5% dikali jumlah DPT, maka ditemukan angka 40.378. Jadi sebut Suhaimi, syarat yang diperlukan bagi paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati jalur perseorangan di Lobar, harus mengumpulkan KTP elektronik sebanyak 40.378 yang dtersebar sedikitnya di enam kecamatan.


Di tempat yang sama, Bupati Lobar melalui Kepala Badan Kesbangpol Lobar, HM.Fajar Taufik mengemukakan, seluruhkomponen yang lansgung berkaitan dengan pemilukada 2018, dapat memiliki pemahaman yang sama, apa yang dilakukan serta meiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pemilikada Lobar ini. “Yang kita inginkan, pemilukada Lobar 2018 bisa sukses lancar dan aman, sehingga menjadi pesta demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” paparnya.

Pada rakor ini, sebagai awal pembahasan, dipersilahkan masing-masing divisi KPU Lobar memaparkan tupoksinya masing. Diawali dari divisi Hukum, divisi Logistik dan keuangan sampai dengan Divisi Keamanan. Demikian juga dengan ketua dan perwakilan masing-masing parpol, dipersilahkan memberikan masukan yang konstruktif.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru