Debat Perdana Pilkada Dompu Ricuh

Debat terbuka pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu periode 2016-2021 di Paruga Samakai, Minggu, 25 Oktober 2015 ricuh. Kericuhan terjadi saat segmen tanya jawab diantara para pasangan calon. Sejumlah massa pendukung yang berada di dalam ruangan hampir saling serang, beruntung aparat Kepolisian yang berjaga-jaga berhasil melerai.

Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kericuhan tersebut, namun beberapa di arena debat menyebutkan, kericuhan terjadi antara pendukung pasangan nomor urut 1, Drs. H. Bambang M. Yasin dan Arifuddin, SH., dengan pendukung pasangan nomor urut 3, H. Mulyadin, SH.,MH., lantaran aksi saling ejek  para pendukung.

Akibat kericuhan tersebut, debat perdana yang diselenggarakan KPUD Dompu sempat terhenti beberapa saat. Acara baru dilanjutkan kembali setelah sejumlah aparat Kepolisian melerai kedua kubu dan mengeluarkan beberapa pendukung penyebab kericuhan.

Kapolres Dompu AKBP Brury Soekotjo AP. S.IK kepada wartawan mengatakan, jika kericuhan tersebut terjadi lantaran aksi saling ejek para masa pendukung yang ada dalam ruangan debat. "Tadi kericuhan massa pendukung, karena tidak ada yang mau duduk pada tempatnya dan lari-lari kedepan, sehingga memicu ketegangan" jelas Brury.

Dikatakannya, kericuhan yang terjadi itu adalah para massa pendukung pasangan calon nomor urut 1 dengan nomor urut 3 yang ikut menonton dari dalam. Ketegangan itu berhasil diredam setelah sejumlah personil Kepolisian mengamankan kedua kubu dan meningkatkan pengamanan. "Dari awal sudah disuruh duduk tapi para pendukung justru tidak mau duduk dan malah lari-lari ke depan " ujar  Brury

Katanya, kedepan untuk debat berikutnya pihaknya akan mengusulkan kepada KPU agar meninjau kembali apakah masih ada debat atau debat menggunakan cara lain. "Dengan kejadian ini, nanti kita usulkan pada KPU untuk ditinjau kembali, apakah debatnya menggunakan perwakilan yang sedikit pesertanya atau menggunakan debad model lain, kita tunggu saja, nati kita koordinasi dengan KPU" terangnya lagi.

Dalam debat perdana ini, Kepolisian menerjunkan 326 personil, diantaranya personil Brimob, Sabhara, dan Reskrim serta personil TNI yang ikut mem back up.  "Untuk pengamanan ada 326 personil yang diterjunkan, untuk brimob 80 orang personil dan pengamanan ini kita memakai kekuatan full" katanya.

Sementara itu ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto, ST., mengatakan kericuhan terjadi lantaran tidak tertibnya para massa pendukung  yang ikut menonton di dalam ruangan. "Tidak teraturnya para pendukung menjadi salah satu pemicu, padahal kita harapkan tertib, mungkin karena eforia kampanye " jelas Rusdyanto.

Kedepannya lanjut Rusdyanto, KPUD akan mengevaluasi dengan melihat persoalan yang terjadi untuk dieliminir. Untuk debat pada sesi ke dua masih dengan model yang sama hanya saja untuk temanya akan diganti, "Kita akan lakukan evaaluasi, dengan melihat hal- hal yang terjadi untuk kita minimalisir, dengan langkah yang baik" ujar Rusdyanto. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru