Syafir Lamba Rasa Tunggangi Dua Partai Besar

Dompu - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu periode 2015-2020 Syafruddin Yasin, S.Ap dengan Rafiudin H. Anas, Jum'at (28/07), melaksanakan acara buka puasa bersama sekaligus jumpa pers, bertempat di kediaman Rafiudin, lingkungan Larema Kelurahan Simpasai Woja.

Dalam jumpa pers, Cawabup Rafiudin menyampaikan bahwa tadi malam (Kamis, red) jam 12, rekomendasi dari PKB sudah diterima. Artinya secara resmi kedua partai tersebut secara resmi sudah mengusung pasangan Syafir Lamba Rasa untuk bertarung dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Jadi, jangan lagi dipercaya ketika ada suara minor diluar terkait pengusungan PAN dan PKB, pinta Rafiudin.

Dilanjutkan salah satu pengurus teras DPW PAN NTB yang juga Ketua DPRD Dompu Yuliadin bucek, bahwa  pasangan Lamba Rasa adalah pasangan yang paling siap maju dalam Pilkada dibanding pasangan yang lain, dimana Lamba Rasa sudah memenuhi syarat karena didukung oleh dua partai, yang jumlah kursinya di DPRD lebih dari 20 porsen. Selain PAN dan PKB, saat ini pihaknya intens melobi PDIP dan PBB untuk bergabung.

Selain Bucek, anggota DPRD Dompu yang juga pengurus DPD PAN Kabupaten Dompu Ikhwayuddin, menyatakan bahwa ada tiga komitmen Rafiudin mengapa ingin maju mendampingi Syafruddin alias Ori Deo. Pertama, dengan harga Jagung yang melorot tajam saat ini, melalui paket Lamba Rasa, kami menawarkan harga yang.  Manusiawi, yang menguntungkan petani, dimana pemerintah harus masuk dalam masalah harga.

Kemudian, dalam pengelolaan paket proyek, haram bagi kami adanya Bandar Proyek, karena saat ini untuk mengelola proyek dipegang satu pintu oleh bandar, Boy menuding. Lalu, lanjutnya, pasangan Syafir Lamba Rasa akan mengembalikan derajat rakyat, dimana pendidikan dan kesehatan gratis akan diterapkan demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat. Intinya, paket kami menawarkan Dompu jauh lebih baik, bermartabat dan lebih maju, cetus Boy sapaan Ikhwayuddin.

Selain Boy dan Bucek, Sekretaris DPD PAN Dompu Wawan Anggarana optimis bahwa tidak tertutup kemungkinan PKS akan bergabung, karena lobi-lobi politik sedang dilakukan.

Tepis Wawan, jika saat ini diinternal partainya terjadi dinamika dan ancaman untuk pengunduran diri secara massal dari pengurus dan kader, maka itu tidak akan terjadi. "Tidak akan ada kader yang keluar" pinta Wawan penuh optimis.

Untuk diketahui, budaya politik di PAN itu beda dengan yang lain. Kami menganut perbedaan itu rahmat. Tapi sesungguhnya akan satu ketika ada keputusan partai, imbuh Wawan. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru