Rektor UBES Ramaikan Bacabu

Sampai saat ini sudah belasan orang yang didengung-dengungkan ikut bergulat jadi Bakal Calon Bupati Bima. Baru-baru ini muncul lagi satu nama lain. Yaitu, Dr. Sukrin M Sidik, S.Pd, MPd, MM. Guru SDN  Doridungga Kecamatan Donggo yang juga Rektor UBES Bima ini, santer dikhabarkan ikut bersaing dengan Bacabu lain.

Meski dalam karir politik, ia tidak memiliki “Nama Besar” seperti H Syafru, Abu Ya, Ady Mahyudi, Dae Dinda, H. Najib, dan sederet Bacabu lainnya. Namun Sukrin tidak boleh dipandang remeh. Bapak dua anak yang kini menetap di Donggo ini sedang ramai dibicarakan. Ia bahkan digadang-gadang akan menjadi batu sandungan tajam bagi langkah H. Syafru. Khususnya jika ingin melenggang di Bolo  dan Soromandi.

Belum lagi sebagai putra kelahiran Langgudu, mustahil Sukrin tidak memiliki tempat di hati masyarakat Langgudu yang kental dengan nuansa politik primordialismenya. Bahkan, diperkirakan dukungan akan merembes deras di wilayah Monta dan Parado.

 Sebagai pentolan akademisi, Ia juga terkenal memiliki banyak relawan yang berasal dari Alumni dan Dosen di UBES.

“Pak sukrin pantas menjadi calon Bupati Bima. Karena beliau seorang Akademisi. Beliau seorang Doktor dan cukup dikenal luas.” Kata Muhamad Nur, SH, salah seorang pendukung, saat berbincang di kediamannya Desa Rada Kecamatan Bolo baru-baru ini.

Sukrin yang memiliki motto “Masyrakat Cerdas dan Masyarakat Sejahtera” ini lanjut Muhamad Nur, sedang gencar merapatkan barisan. Karena rencananya, ia akan melalui Jalur Independent. Dan seandainya lolos sebagai Bacabu, Sukrin diyakininya dapat menjadi saingan serius bagi Bacabu lain.

Sekolah Tinggi UBES yang bergedung di sebelah timur Desa Talabiu, bukanlah satu-satunya buah tangan dari kepeduliannya yang tinggi untuk mencerdaskan Masyarakat Bima.  Jauh sebelumnya ia dikenal luas sebagai figure yang luwes dan punya kepekaan social tinggi.

Bermodal niat baiknya dan dukungan dari banyak pihak itu, ia bertekad maju sebagai Bacabu. Rintangan seperti biaya politik yang mahal disiasatinya lewat jalur independent. Toh, jalur independent secara lugas lebih riil massanya ketimbang membeli mahal tiket lewat Parpol yang belum jelas basis massanya. (Alv) - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru