Harus Ada Pemimpin Perempuan di NTB

Keberadaan Perempuan di perpolitikan Indonesia memang sudah tidak bisa diragukan lagi terbukti dengan banyak munculnya srikandi-srikandi baik dikancah legislatif maupun kancah eksekutif. Salah satu bukti yang tanpak adalah di beberapa pimpinan Partai Politik di Negara ini banyak dinahkodai oleh kaum perempuan.

Negara Republik Indonesia ini memang memberikan kesetaraan yang sama antara laki-laki dengan perempuan dalam hal berkarir di dunia politik. Sebagai contoh yang real adalah dalam Peraturan KPU No.7/2013 tentang Pemilu, dijelaskan bahwa parpol harus memenuhi kuota 30% dengan keterlibatan perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil) misalnya setiap tiga nama dalam daftar caleg, terdapat sekurang-kurangnya satu orang perempuan. Jika tidak maka parpol tidak diikutsertakan pada dapil yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Pemilihan Umum (pemilu) 2014 sudah berlalu dengan memunculkan para caleg-caleg pilihan rakyat. Selesainya pemilu 2014 bukan berarti sudah berakhir sampai disitu. Tahun 2015 rakyat akan dihadapkan kembali dengan hal yang sama yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di beberapa daerah di Indonesia ini. Meskipun kita ketahui bahwa pertentangan wakil rakyat di senayan terkait dengan pemilukada akan di lakukan oleh rakyat atau DPRD belum selesai.

Kota Mataram sebagai salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu daerah yang akan melaksanakan pemilukada. Kota Mataram adalah Kota yang bisa dikatakan memliki masalah yang rumit dikatakan hampir sama dengan Kota Jakarta. Persoalan sampah, kepadatan penduduk dan mengecilnya sungai-sungai menjadi permasalahan yang sangat kompleks. Belum lagi dengan kehidupan sosial yang sangat heterogen.

Perbincangan dikalangan politisi, akademisi dan aktivis terkait siapa yang akan maju pada pemilukada Kota Mataram sudah banyak kita dengar dikalangan masyarakat. Mulai dari pimpinan daerah partai politik besar sudah mulai mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk kemudian maju menjadi orang nomor satu di Kota Mataram.

Kemunculan calon perempuan dalam pemilukada Kota Mataram nanti juga tidak luput dari perbincangan banyak orang. Kita ketahui bahwa Nusa Teggara Barat memiliki segudang kader perempuan yang sudah teruji di perpolitikan daerah maupun nasional, ini mengakibatkan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada srikandi kota Mataram yang akan beradu dengan pesaing-pesaing pada Pemilukada nanti melihat dari beberapa parati besar dinahkodai oleh seorang perempuan.

Jangan Asal Selfie
Keikut sertaan perempuan dalam Pemilukada Kota Mataram bisa saja hanya sekadar untuk selfian seperti bahasa kaum muda pada saat ini.Tak mau peduli dengan persaingan yang ada, hanya sekedar untuk numpang foto dalam perhelatan 5 tahun sekali ini hanya untuk mencari sensasi kepopuleran sesaat, agar dikenal oleh masyarakat Kota Mataram bahwa ada calon perempuan
 
Ini akan terjadi jika perempuan tidak punya pengetahuan memadai tentang eksekutif, parpol hanya ingin menunjukkan bahwa ada kader yang diikutsertakan dalam pemilukada. Karena sentimentil dan ketakutan akan kepopuleran parpolnya jatuh maka hanya menumpang selfie dalam pemilukada yang diselenggarakan.

Tapi keikutsertaan perempuan dalam pemilukada Kota Mataram bisa jadi memang merupakan hal yang serius dilakukan, jika penataan manajemen tim sukses bagus tidak menutup kemungkinan akan muncul pemimpin dari sosok perempuan di jantung provinsi NTB ini.

Sosok perempuan menjadi pemimpin di Negara Indonesia ini sudah banyak kita dengar prestasi yang dicapai, contohnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang merupakan kebanggaan masyarakat Surabaya karena mendapatkan segudang penghargaan oleh pemerintahan era Presien SBY dan beberapa dari luar negeri.

Kita sebagai kaum muda yang peduli akan kelangsungan Kota Mataram ini kedepan supaya lebih baik juga mengharapkan ada sosok pemimpin perempuan seperti itu, yang mampu menyelesaikan dan merawat Kota Mataram tercinta ini. Sebagai Pemuda tetunya akan sangat bangga menjadi masyarakat NTB yang mampu melahirkan sosok pemimpin dari seorang perempuan. Dengan bekal kelembutan nan keibuan iharapkan mampu dalam menyelesaikan permasalahan dengan kesabaran dan ketegasan.

Sosok itu bisa kita lihat dan temui pada salah seorang pemimpin Partai berlambangkan Ka'bah itu yakni Dra. Hj. Wartiah, M.Pd. Sosok beliau adalah sosok seorang perempuan yang diberitakan hampir sama dengan Wali Kota Surabaya ibu Tri Rismaharini. Melihat dari bentuk tekstur tubuh dan gaya kepemimpinan beliau yang sederhana, lembut dan penuh ketegasan. Jika melihat dari kemampuan dan prestasi yang diraih bukan tidak mungkin Kota Mataram bisa mampu di sejajarkan dengan Kota-Kota besar di Indonesia.

Tentunya ketika pemilihan Pemilukada nanti beliau benar-benar maju maka tentunya masyarakat inginnya untuk tidak hanya sekedar selfie tetapi juga benar-benar ingin membangun kelangsungan masyarakat Kota Mataram dengan gagasan, pemikiran dan segudang pengalaman.
Semoga..!! [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru