Warga Kampung Media Jadi Anggota DPRD

KM-Bolo—Perjalanan panjang untuk mendapatkan satu asa dalam dunia karier politik, memang dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Tanpa melewati itu semua, tentu pula apa yang diharapkan nanti tak mungkin dicapai.

Seperti perjuangan politik M Hariyadi, yang berhasil mendulang suara tertinggi dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) khususnya di wilayah Dapil V—meliputi kecamatan Woha, Monta dan Parado kabupaten Bima.

Empat tahun sebelum pemilu legislativ 2014 dihelat, M Hariyadi begitu gesit dan terus berupaya menyatukan presepsi warga masyarakat di beberapa desa yang memang belum pernah memiliki keterwakilan anggota DPRD untuk bisa menyambung aspirasi mereka di tingkat eksekutif.

Dari kerja keras, pada akhirnya tercipta satu komitmen bersama dari sebagian besar warga masyarakat khususnya di desa Keli, dan pada umumnya di wilayah Dapil V, sehingga memberikan suara tertinggi bagi politikus PKB tersebut.

Dengan suara terbanyak yang diraih M Hariyadi, duta PKB yang juga warga Komunitas Kampung Media dan sekaligus dipercaya menjadi Kepala Kampung Media kabupaten Bima ini, resmi dilantik menjadi anggota DPRD kabupaten Bima periode 2014-2019.

Meski menjadi Kepala Kampung di Komunitas Kampung Media, M Hariyadi tak pernah memanfaatkan portal kampung media menjadi media pencitraannya. Ia justru memanfaatkan Kampung Media sebagai sarana membantu masyarakat melalui penyebarluasan informasi, sehingga warga masyarakat di wilayah dapilnya merasa terbantu, meski hanya melalui informasi.

Dalam proses pelantikan tersebut, sebanyak 45 anggota DPRD terpilih melakukan pengucapan sumpah/janji melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD kabupaten Bima. Sumpah/janji anggota DPRD itu dilaksanakan oleh Ketua pengadilan Negeri Raba Bima, di gedung DPRD kabupaten Bima, Kamis (25/9/2014).

Besar harapan masyarakat kabupaten Bima bagi para wakil rakyat yang baru dilantik tersebut, agar bisa menyuarakan aspirasi masyarakat bawah untuk disampaikan ke tingkat eksekutiv. Sebab, amanat atau kepercayaan yang diberikan masyarakat, menjadi ‘hutang’ yang harus mereka perjuangkan selama lima tahun kedepan.(adi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru