Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Isue Bacabub Bima

KM RUNGGU.-Angka pengangguran dan kemiskinan cukup tinggi di Kabupaten Bima demikian penilaian Salah satu putra terbaik Desa Talabiu Kecamatan Woha, H Achmad H Abbas BSc. SE. MM  yang berkeinginan untuk meramaikan pesta demokrasi pemilihan Bupati Bima periode 2015 – 2020.

Keinginan untuk tampil dan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah, karena dirinya melihat bahwa masyarakat Kabupaten Bima masih banyak yang pengangguran dan di himpit kemiskinan. Pada hal Kabupaten Bima, memiliki sumber daya alam yang potensial. “Untuk membawa masyarakat Bima, keluar dari kemiskinan dan pengangguran saya memiliki konsepnya. Karena saya memiliki relasi dan pengalaman di daerah lain,” terangnya, di Talabiu kemarin.

Untuk itu kata dia, supaya  keluar dari kemiskinan Pemerintah daerah khusus Kabupaten Bima harus memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam yang. Caranya, dengan  mendatangkan investor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. “Dengan cara mendatangkan investor, maka  lapangan kerja cukup terbuka dengan sendirinya angka kemiskinan dan pengangguran akan menurun dari bumi “Maja labo Dahu”  Kabupaten Bima ini,” ujar H Achmad.

Selain itu,  Pemerintah daerah harus membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat khusus masyarakat akademisi, karena menurut pengamatan dia, Pemerintah dan akademisi kurang ada kerja sama mengenai informasi program - program perintah pusat.  “Saya menilai ada kesannya Pemerintah dan akademisi berjalan sendiri - sendiri, sebetulnya antara Pemerintah daerah dan akademisi ada korelasinya, akademisi menciptakan sumber daya manusia yg tinggal landas (siap pake) sedangkan kewajiban Pemerintah daerah menciptakan lapangan kerja seluas – luasnya  untuk masyarakat,” papar Achmad.

Dengan demikian,   di harapkan pengangguran yang cukup banyak di Kabupaten Bima dan Kota Bima,  terutama lulusan sarjana yang di hasilkan oleh perguruan tinggi yg ada di Kabupaten Bima dan Kota Bima terserap.

“Timbulnya keributan antar desa, karena penyebabnya kurang lapangan kerja dan masyarakat cepat emosionalnya, sehingga lama kelamaan akan hilang ” Pungkas H Achmad. (Ris) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru