Kampanye Pemilu, Jangan Bikin Terganggu

Beberapa hari terakhir kita dijejali berita tentang kampanye. Koran, televisi, radio, bahkan di sudut-sudut kampung terpencil, partai politik dan kampanye menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Tak hanya hangat, dalam kondisi tertentu, pembicaraan bahkan menjadi panas dan berujung pertengkaran  harena saling sindir menyindir. Di media sosial hal ini banyak terjadi.

Di media yang secara maya mempertemukan berbagai bentuk karakter manusia itu, pertengkaran kerap terjadi berawal dari dukung mendukung, lalu berubah menjadi hujat menghujat. Kampanye merupakan  upaya doktrinaisasi yang  bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian.

Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda diputuskan. Kampanye politis tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu institusi. Begitu  wikipedia  mengkonstruksi kampanye.

Musim kempanye telah dimulai. Beberapa lapangan besar di daerah ini, menjadi lokasi rapat terbuka bagi  partai politik. Secara bergiliran, partai politik mengisi jadwal kampanye. Pengurus partai mendatangkan jurkam nasional untuk merebut simpati masyarakat.  Jalan raya menjadi padat dan macet oleh iring-iringan peserta kampanye. Kadang sikap ceroboh dan ugal-ugalan membuat kecelakaan tak bisa dihindari. 

Seperti  Rabu kemaren, salah satu partai berkampanye di lapangan Sangkareang. Saat saya pulang kantor, gerombol peserta kampanye memenuhi jalan raya. Seperti tabiat peserta kampanye pada umumnya, pelanggaran aturan menjadi hal yang lazim bagi peserta kampanye. Gerombolan peserta tersebut keluar dari beberpa wilayah dan bergerak ke arah barat dengan cara melawan arus di jalan utama. Tindakan melawan arus ini, tidak dilarang oleh Polisi.

Mereka justru mendapat pengawalan. Jika demikian maka pelanggaran menjadi biasa dan tidak dianggap pelanggaran. Mestinya hal-hal seperti itu segera diarahkan mengikuti jalur yang memang sudah ada. Toh tak jauh dari gerakan melawan arus itu ada jalan yang tidak melawan arus. Polisi harus tegas dalam hal ini. Tindakan melawan arus adalah tindakan berbahaya.

Bayangkan saja jika tiba-tiba ada mobil yang tidak bisa mengendalikan diri dan memang berada di jalur yang benar, menabrak peserta iring-iringan, maka siapa yang akan disalahkan. Salah seorang pengendara yang kebetulan berada disamping saya bergumam, “mestinya mereka dilarang untuk melawan arus”, katanya saat disetop secara bersamaan.

Kampanye, harusnya simpatik dan tidak melanggar aturan yang ada. Banyak peserta yang mengabaikan aturan-aturan berkendaraan.  Beberpa peraturan yang sering dilanggar saat kampanye adalah tidak mengenakan helm, mengisi kendaraan tidak sesuai kapasitas, melawan jalur yang sudah ada, tidak tertib parkir dan banyak lagi. (wan) [] - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru