logoblog

Cari

Tutup Iklan

RECIDA Siap Kawal Pilpres Aman dan Damai di NTB

RECIDA Siap Kawal Pilpres Aman dan Damai di NTB

Mataram- Ratusan remaja di Mataram yang tergabung dalam Remaja Cinta Damai (RECIDA) menggelar seminar kebangsaan menyusul perhelatan akbar Pilpres 2019, Selasa

Politik

KM-Tanah Merah
Oleh KM-Tanah Merah
04 September, 2018 18:32:23
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 4675 Kali

Mataram- Ratusan remaja di Mataram yang tergabung dalam Remaja Cinta Damai (RECIDA) menggelar seminar kebangsaan menyusul perhelatan akbar Pilpres 2019, Selasa (5/9). RECIDA melalui kegiatan ini berkomitmen mengawal pelaksanaan Pilpres 2019 yang aman dan damai di wilayah NTB.

Selain itu, salah satu yang jadi fokus perhatian RECIDA ialah adanya potensi ujaran kebencian terutama pada diri para remaja sebagai pendukung sekaligus pemilih pemula. Untuk itu, deklarasi menolak ujaran kebencian guna terwujudnya Pilpres aman dan damai dilakukan ratusan remaja lintas golongan tersebut.

Dewan Pembina RECIDA Prof. Suprapto mengakatakan bahwasanya deklarasi penting dilakukan, mengingat Indonesia sebagai negara pluralis memang tidak steril dari gesekan berbagai kepentingan dan simpul identitas yang menunggagi berbagai even politik apapun. Perbedaan pilihan politik sering kali menjadi pemicu munculnya konflik komunal.

Di sisi lain, rakyat terkadang mengekspresikan kebebasan mendukung dan memilih calon Presiden dan Wakil Presiden secara berlebihan yang kontras dengan nilai-nilai demokrasi. Cara-cara seperti ini menjadi alasan untuk mengatakan bahwa pesta demokrasi seperti Pilpres dan Pileg sangat rentan dengan konflik sosial.

Kerentanan konflik sosial seperti inilah mengharuskan semua kalangan mengantisipasi secara dini setiap kemungkinan atau cela konflik yang akan terjadi. Pesta demokrasi seperti Pilpres dan Pileg merupakan salah satu momentum yang perlu diantisipasi karena banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya.

 

Baca Juga :


Pengekspresian kepentingan politik yang berlebihan akan bermuara pada terciptanya potensi konflik horizontal. Apalagi bila hal tersebut melibatkan masyarakat yang mudah terprovokasi, yang terbiasa anarkis dan aksi kekerasan sebelumnya.

Pihaknya ingin melalui kegiatan ini mampu memberi pemahaman kepada peserta bahwa Pemilu 2019 adalah ajang pendidikan politik, bukan sebagai wadah untuk saling membenci. Selain itu mampu mengidentifikasi jenis ancaman konflik dalam setiap tahapan Pemilu 2019, serta memberi keyakinan pada peserta akan pentingnya komitmen dan aksi bersama untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang damai, aman, dan sejuk.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan