logoblog

Cari

Tutup Iklan

Komnas Ham Susun Draf Pdre Khusus Pilpres 2019

Komnas Ham Susun Draf Pdre Khusus Pilpres 2019

Jakarta, InfoPublik - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyelesaikan penyusunan draf Standar Norma dan Setting Penghapusan Diskriminasi Ras

Politik

kabar solah
Oleh kabar solah
18 Juli, 2018 13:11:57
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 1122 Kali

Jakarta, InfoPublik - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyelesaikan penyusunan draf Standar Norma dan Setting Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (PDRE) yang merujuk pada UU 40/2008 tentang PDRE dan instrumen HAM internasional seperti ICERD dan ICCPR.

"Penyusunan Standar Norma dan Setting ini bertujuan untuk memberikan acuan pelaksanaan norma (tafsir) HAM terkait dengan PDRE khususnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti," kata Kordinator Subkomisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM M. Choirul Anam dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Selasa (17/7).

Anam menjelaskan, Standar Norma dan Setting ini juga berfungsi sebagai tolok ukur untuk menilai atau membandingkan tindakan atau perbuatan yang sejalan dengan UU No. 40/2008 dengan tindakan yang bertentangan dengan UU tersebut.

Menurut dia, Komnas HAM mengawasi dan mencermati bahwa pemilihan pimpinan eksekutif maupun legislatif di daerah dan nasional merupakan titik rawan terjadinya perlakuan diskriminasi ras dan etnis dalam berbagai bentuk.

Hal ini lanjutnya, termasuk pada ujaran kebencian yang didasarkan pada perbedaan ras dan etnis tertentu, menguatnya rasa dan semangat primordial yang mengutamakan atau membedakan putra daerah atau orang asing, mendiskreditkan ras atau etnis tertentu untuk meraih dukungan, tawaran/janji tentang program kerja yang akan mengutamakan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) dari orang/anak-anak daerah atau lokal, ajakan untuk memilih atau menolak pemimpin dari ras dan etnis tertentu dan penyampaian berita bohong alias hoax baik secara langsung maupun melalui media social.

Celakanya, tambah Anam, semua tindakan diskriminasi berdasarkan ras dan etnis tersebut tidak mendapat perhatian dan hukuman maksimal dari Negara yang berdampak pada keterulangan dan berpotensi menjadi konflik dalam skala luas.

Oleh sebab itu, tegas dia, Komnas HAM berharap agar dokumen ini kelak menjadi rujukan bagi penegak hukum dan penyelenggara negara termasuk penyelenggara Pemilu untuk mendukung upaya penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

 

Baca Juga :


Disamping itu, Standar Norma dan Setting PDRE ini kelak berguna bagi setiap individu dan kelompok masyarakat seperti serikat buruh, partai politik, organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kelompok sosial lain, agar mengerti dan memahami bentuk-bentuk tindakan diskriminasi ras dan etnis sehingga dapat memastikan hak asasinya terlindungi dari tindakan yang diskriminatif. Termasuk tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat memicu konflik sosial, serta dapat terbangun sikap saling pengertian dan toleransi.

Menurut Anam, Komnas HAM membagi Standar Norma dan Setting PDRE ini menjadi beberapa sub tema, antara lain: latar belakang yang menjelaskan alasan penyusunan dokumen ini, definisi dari konsep-konsep diskriminasi ras dan etnis, dampak yang diakibatkan dari tindakan diskriminasi, bentuk-bentuk diskriminasi, ujaran kebencian (hate speech), segregasi/pemisahan, diskriminasi elektoral, kebijakan afirmasi, kewajiban Negara dan Kewenangan Komnas HAM khususnya terkait dengan fungsi pengawasan dalam UU No. 40/2008.

Komnas HAM menyadari bahwa partisipasi sebanyak mungkin elemen masyarakat bagi penyempurnaan Draf Standar Norma dan Setting PDRE ini merupakan hal yang penting.

"Draf awal dokumen ini disiapkan oleh Muhammad Ali Safaat, Asfinawati, Elfansuri Chairah, dan Dian Andi Nur Aziz. Sejak dari awal, Komnas HAM telah melibatkan elemen masyarakat sipil baik sebagai penulis draf maupun sebagai narasumber dan pembaca kritis untuk memperkaya dan memperkuat substansi draf Standar Norma dan Setting PDRE ini," terang dia.[]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan