logoblog

Cari

Tutup Iklan

Seruan Politik Untuk Para Ulama

Seruan Politik Untuk Para Ulama

  Wahai orang-orang yang beriman dan berilmu, dimanakah kalian berada?.Bukankah masyarakat sudah terlalu lama, terlelap dengan mimpi buruknya. Keadilan yang selalu

Politik

Suparman
Oleh Suparman
20 Desember, 2017 13:31:37
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 8736 Kali

Wahai orang-orang yang beriman dan berilmu, dimanakah kalian berada?. Bukankah masyarakat sudah terlalu lama, terlelap dengan mimpi buruknya. Keadilan yang selalu disuguhkan siang dan malam tidak pernah lagi di rasakan. Hanya orang-orang jahat yang selalu mengisih ruang itu, orang baik semakin menjauh dengan kejahatan yang terlihat sedangkan orang jahat akan semakin mendekati kejahatan yang tersembunyi. Kepentingan sesama tidak dihiraukan lagi, tidak ada lagi kawan yang abadi dan tidak ada lagi musuh yang sejati, yang ada hanyalah kepentingan individual. Semua itu, karna tertutup hasrat ingin membabi buta.

Masyarakat memandang politik adalah ruang yang sangat gelap, menakutkan, merusak norma-norma agama, dan bahkan merubah persahabatan menjadi permusuhan. Karena mereka hanyalah orang-orang yang haus akan kekuasaan. Mereka hanyalah orang-orang setengah baik yang bersembunyi dengan kebohongan yang besar. Maka keadilan selalu di sembunyikan di belakang layar, hanya untuk menampilkan kebohongan yang bertopeng kebaikan. Sehingga orang yang berpolitik, akan selalu dianggap kurang baik dan tidak akan pernah baik, walaupun dia ingin berusaha melakukan untuk kebaikan, itu semua, karena mungkin politik sudah terlanjur di nodai oleh kebohongan dan harapan-harapan palsu yang selalu dikhayalkan oleh masyarakat, sedangkan kenyataannya?.

Politik tidak pernah salah”, hanya sistem yang dirancang untuk tujuan kesejahteraan bersama, tapi yang memainkan sistem ini, mereka yang tidak terbiasa dengan berkata jujur dan berbuat jujur, sehingga politiklah yang menjadi subjek penderitaan. 

Orang yang selalu bergaul dengan politik, mereka adalah orang-orang hebat, cerdas, pintar, dan bahkan mereka lihai dalam memainkan strategi poltiknya hanya untuk menarik simpati dari masyarakat. Akan tetapi banyak dari mereka terjebak dalam kejahatan yang terorganisir.

Masyarakat sekarang mulai menyuarakan kepada orang-orang baik dan para ulama, dimanakah kalian bersembunyi?. Kenapa tidak kalian perbaiki tatanan politik yang telah lama hancur?. Kenapa kalian biarkan orang-orang jahat melakukan kejahatan?. Bukankah system politik dibuat oleh manusia?. Sehingga kalian ragu untuk memperbaikinya.

Tidaklah kita perhatikan di daerah-daerah yang dipimpin oleh Ulama, bagaimana keberkahan di Bumi, yang Allah turunkan dari langit. Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu daerah yang di pimpin oleh Tuan Guru Bajang Dr. KH. M. Zainul Majdid, MA. Dengan Ilmu Agamanya yang baik dan pengalaman beliau untuk mempelajari ilmu agama tidak di ragukan lagi, sehingga dalam ucapanya, tingkah lakunya, dan kebijaksanaan beliau dalam memimpin semua atas dasar ilmu yang diamalkannya, sehingga masyarakat mencintainya sebagai seorang ustadz, guru, dan sekaligus sebagai gubernur NTB yang religius. TGB juga telah mampu membawa Provinsi Nusa Tenggara Barat di kanca Internasional dengan wisata halal tebaik. Kemudian Islamic center (IC) yang telah berhasil dibangun, sebagai symbol provinsi yang Islami. Begitupun Pulau Lombok juga dikenal dengan pulau seribu Masjid yang telah menginspirasi Indonesia dari Negeri Seribu Masjid.                      

 

Baca Juga :


Masyarakat mengharapkan para ulama sebagai pemimpin mereka, karna tidak ada lagi yang dapat dipercaya kecuali orang-orang yang lebih memiliki rasa takut kepada Tuhan-Nya. Wahai para ulama, apakah kalian tidak ingin memimpin negeri ini dengan ilmu-ilmu kalian?. Jangan biarkan negeri ini jauh dari Tuhan, Ajarkan negeri ini dengan agama yang baik, karna tidak akan pernah ada ilmu lain yang mampu menyelamatkan negeri ini dari kemarahan Alam Semesta ini.

Berbagai macam polemik yang terjadi, bahwa politik tidak boleh para ulama bergabung di dalamnya, alasanya karena politik dapat merusak moral dan norma-norma agama. Bukankah gerbang kekuasaan adalah politik yang mengantarkan manusia ke pucuk tertinggi dalam melakukan kebijakan yang baik. Undang-undang dan kebijakan yang dibuat, bukan dari dakwah yang kita sampaikan dari Masjid ke Masjid, akan tetapi semua itu melalui suara rakyat, yang menjadikan kita sebagai seorang pemimpin dengan sistem negara yang ada.

Jika para ulama dan orang-orang baik menjauh dengan politik, maka orang-orang jahatlah yang akan menguasai politik.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan