logoblog

Cari

Medsos Sebagai Sarana Kampanye

Medsos Sebagai Sarana Kampanye

Sejak Pemilihan kepala daerah secara langsung digelar serentak di Indoensia, rakyat tergiring perhatiannya untuk sedikit berdiskusi, mengikuti pertemuan- pertemuan sosialisasi, bahkan

Politik

KM Madayin
Oleh KM Madayin
29 Oktober, 2017 14:16:44
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 14841 Kali

Sejak Pemilihan kepala daerah secara langsung digelar serentak di Indoensia, rakyat tergiring perhatiannya untuk sedikit berdiskusi, mengikuti pertemuan- pertemuan sosialisasi, bahkan tidak sedikit yang terjun full time menjadi tim sukses ataupun relawan dari calon - calon kepala daerah itu. Para tim suskes dan relawan sibuk bergerilya menjaring calon suara sampai ke pelosok-pelosok. Segala trik dan metode dilakukan, baik itu yang sesuai aturan maupun cara lain yang terkadang nyerempet melanggar aturan yang ditetapkan KPU. Dalam proses kampanye para tim sukses ada yang memanfaatkan kondisi masyarakat yang gampang termakan propaganda. Lebih-lebih di zaman digital seperti sekarang ini pembentukan image calon yang diusung dapat menggurita ke tengah-tengah perbincangan masayarakat melalui media sosial yang tersedia, dan bahkan sudah menjadi strategi yang digandrungi saat ini, dilakukan dengan terstruktur, sistematis dan massive.

Underdog pun bisa memenangkan sebuah pertarungan apa bila lihai dalam mengelola proses dari pertarungan yang diikuti, meskipun mungkin dia tidak terlalu diperhitungkan karena dianggap lemah. Tingkat kuat atau lemahnya seorang calon lebih banyak dilihat dari tingkat popularitasnya di publik, padahal untuk memenangkan sebuah pemilihan pilkades, caleg, pilkada maupun pilpres adalah dengan  meraih banyak voters yang mencoblos nama atau gambarnya. Kata seorang presenter bola, kita butuh goal untuk menang, bukan mempertontonkan keindahan  style mainnya. Popularitas memang penting, tapi menjemput dan mengikat calon pemilih jauh lebih penting, karena itulah kunci kemenangan dalam pemilu baik di tingkat desa maupun tingkat nasional.

Dalam dunia perpolitikan terciptanya popularitas di masyarakat mutlak menjadi taruhan yang diperjuangkan. Berbagai cara bisa dilakukan para politisi mempolakan berbagai hal tentang dirinya agar namanya dikenal orang. Bahkan lovers dan haters diciptakan untuk membuat keseruan di dunia maya untuk memancing perhatian publik. Selanjutnya mereka bisa menjaring voters Pada saat pilkada berlansung. Salah satu tehnis yang bisa dilakukan adalah dengan pembentukan dan Pemberdayaan kelompok kecil sampai ke tingat RT. Ini bisa dikatakan sebagai sistem stelsell (pagar betis) yang bertujuan membangun kekuatan secara buttom-up. Dengan prinsip meng-cover potensi suara sampai ke setiap titik terkecil, sebab sekecil apapun riak yang dibuat pasti akan memberi efek domino kepada sebuah kekuatan besar yang dicita-citakan. Dan itu butuh perjuangan yang lebih dari tim yang dibentuk terutama oleh tim ujung tombak di tingkat dusun (kordus).

Prinsip gerakan  yaitu TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massive) dengan sasaran menciptakan potensi suara yang harus dan harus ada di setiap TPS/Dusun dan bahkan RT. Membangun keterikatan emosional langsung ke Pemilik suara (inti penentu kemenangan). Giat membentuk kelompok-kelompok kecil di setiap dusun, giat membuat kegiatan positif. Yang paling penting adalah wajib mendokumentasikan (berpoto bersama) dengan memampang baliho calon yang diusung, karena hasil poto itulah yang akan disebar melalui media sosial . Ujung tombak atau eksekutor lapangan adalah tim koordinator dusun yang bertugas membentuk dan mendata kelompok- kelompok kecil seperti kelompok ibu-ibu, kelompok remaja dengan tidak terlalu memperhatikan latar belakangnya, yang terpenting adalah kelompoknya bahkan kegiatannya pun bisa yang ringan- ringan saja karena yang dibutuhkan dalam propaganda awal adalah potonya memegang baliho calon yang dimaksud. Kordus harus mengkoordinir dan mendokumentasikan kegiatan-kegiatan kelompok, melaporkan dan mempublikasikan hasil dokumentasi melalui medsos, baliho dan stiker. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan terlebih dahulu diajukan ke tim inti untuk mendapatkan dukungan biaya dan hal- hal yang dibutuhkan.

Sedangkan koordinator Desa dan koordinator kecamatan beserta anggotanya menjadi Tim Koordinasi / Pengarah bertugas menverifikasi data, mengkoordinasikan pendistribusian logistik, melaporkan perkembangan dan mempublikasikan kegiatan - kegiatan, mengawasi dan mengelola kampanye melalui media sosial, mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan- kegiatan. Dalam pelaksanaan gerakan perlu ditentukan pusat secretariat untuk memudahkan pemetaan, menerima laporan, verifikasi data, menyiapkan baliho kelompok, Membuat stiker lokal, Mendistribusikan logistik, mempublikasikan hasil poto kelompok.

Tehnisnya yaitu setiap kelompok membuat kegiatan kecil dan sederhana berupa kegiatan memasak, membuat aneka keterampilan, olah raga, seni, diskusi, jalan-jalan dan lain sebagainya. Setiap kelompok diberikan dana standar untuk membiayai kegiatannya. Yang pokok adalah setiap kelompok wajib mendokumentasikan kegiatan, berfoto bersama secara berkelompok dengan memampang baliho atau spanduk calon yang diusung sebatas dada dengan menulis nama kelompok, dusun, desa dan kecamatan. Setiap kordus memiliki baliho calon yang portable untuk dibawa keliling digunakan berpoto oleh setiap kelompok. Hasil foto dipublikasikan melalui medsos seperti instagram, facebok, WA, twitter dan lain-lain. Dan juga Hasil foto dicetak dalam bentuk stiker-stiker ukuran sedang maupun kecil yang akan dipasang oleh di tempat sel-sel kelompok kecil itu.. Selanjutnya menyerahkan softcopy/ file photo ke sekretariat tim kecamatan. Setiap anggota memposting foto-foto kegiatannya di media sosial baik di timeline pribadi maupun di group.

 

Baca Juga :


Selain itu dibentuk juga Tim monitoring yang berfungsi meng-cover masalah – masalah yang mungkin saja terjadi lapangan, memastikan tim bekerja on the track (dengan baik), memastikan terbentuknya kelompok di setiap dusun, verifikasi data, membantu mengatasi kesulitan merekrut, dan lain- lain. Berfungsi menjadi tim tanggap darurat menangani setiap permasalahan insidentil yang muncul dan berusaha memberikan solusi.

Kelebihan dari metode ini adalah politisi mendapatkan suara real karena langusung menjemputnya ke akarnya (pemilik suara itu sendiri) dan menjadi sel-sel kekuatan (people power), memiliki data yang accountable karena diatur secara terstruktur dan sistematis, membentuk keterikatan emosional yang mengakar, menjadi kampanye massive. Mampu memecah suara ormas/ kelompok besar karena prinsip “harus dapat : kalau tidak dapat orang tuanya harus dapat anaknya, kalau tidak dapat tokohnya harus dapat jamaahnya”. Kelebihan yang tak kalah pentingya juga yaitu pengalokasian dana menjadi tepat sasaran karena jelas arahnya dan bisa dicek. Dan juga pasca pilkada, komunitas yang dibentuk ini bisa menjadi lalu lintas informasi dan komunikasi antara rakyat dan pemerintah, bisa juga dijadikan sebagai jaringan LSM ataupun Organisasi bisnis.

Di balik kelebihan sudah barang tentu setiap sistem memiliki kekurangan- Kekurangan, adapun yang bisa dilihat menjadi kekurangan sistem ini adalah tim harus bekerja sangat ekstra baik waktu, tenaga dan fikiran, butuh tim yang memiliki mobilitas kerja tinggi, butuh waktu yang banyak, jumlah kegiatan dan dokumentasi menjadi tolak ukur utama, mencetak beraneka baliho dan stiker yang berbeda-beda sesuai dengan hasil foto kelompok, butuh biaya yang cukup tapi akurat hasilnya, pendistribusian dana dan logistik detail, pendataan yang realistis.

Adapun asumsi pembiayaan jika dalam pelaksanaan baku dengan mengambil rata-rata jumlah dusun dan jumlah desa yaitu 5 dusun perdesa dan 5 desa perkecamatan. Biaya kegiatan yang paling simple yaitu Cuma kumpul terus berpoto per kelompok yang terdiri dari 10 orang membutuhkan biaya konsumsi Rp.100.000,- detailnya sebagai berikut biaya perdusun Rp. 500.000, Perdesa Rp. 2.500.000 dalam kalkulasi bisa dilihat seperti ini : 5 dusun x Rp.500.000, perkecamatan Rp. 12.500.000  (5 desa x 2.500.000), se-kabupaten Rp.250.000.000 (20 kecamatan x 12 juta).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan