logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pergerakan Komunis di NTB Terdeteksi 19 Kasus

Pergerakan Komunis di NTB Terdeteksi 19 Kasus

Komando Resort Militer (Korem) 162/Wira Bhakti (WB) mengingatkan masyarakat bahwa bahaya laten komunis dengan segala bentuk pergerakan dan sepak terjangnya saat

Politik

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
09 Oktober, 2017 09:10:21
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 1132 Kali

Komando Resort Militer (Korem) 162/Wira Bhakti (WB) mengingatkan masyarakat bahwa bahaya laten komunis dengan segala bentuk pergerakan dan sepak terjangnya saat ini sudah merambah hingga ke segala pelosok desa untuk mempengaruhi idiologi bangsa ini dengan mengikuti idiologi komunis dan bentuknya nyata. Di NTB pergerakan komunis ini sudah terdeteksi sejak tahun 2016 dan menemukan 19 kasus yang selama ini dipantau Danrem 162/WB.

Komandan Korem  162/WB, Kol. Inf. Farid Makruf menyatakan, hasil penelusuran pihak inteljen membenarkan bahwa gerakan ini memang ada di NTB. “Keberadaan pergerakan yang berlambang palu arit itu sudah masuk catatan pihak TNI. Bahkan dalam dua tahun terakhir, tercatat ada belasan kasus yang menandakan keberadaannya,” tandas Danrem 162/WB di Mataram,beberapa waktu lalu

Ia merinci, di NTB  tahun 2016 terdapat 11 kasus yang ditemukan dan hingga September 2017 ditemukan lagi 8 kasus yang terdata. “Hanya saja keberadaannya di NTB hanya baru bermunculan saja yang ditunjukkan dengan selebaran selebaran, stiker, bendera, atau pun menggunakan sarana baju kaos yang bergambar palu arit. Hanya saja gerakan ini tidak menunjukkan dirinya secara terang-terangan,” tukas pengganti Kol. Inf. Lalu Rudi Ircham Srigede ini.

Dikatakan Makruf, secara nasional pergerakan komunis benar-benar nyata. Berbagai bentuk nyata tersebut diantaranya melalui penyelenggaraan seminar, penerbitan buku tentang ajaran PKI, dialog di berbagai media elektronik yang secara terang-terangan menyatakan bahwa pihaknya merupakan bibit PKI. “Gerakan PKI ini sangat membahayakan. Bahkan kelompok ini mendatangi Mahkamah Internasional dan memaksa pemerintah Indonesia meminta maaf kepada komunis. Padahal keganasan dan kekejaman PKI di era 1948 dan 1965 telah nyata dengan berbuat keji dan membunug tokoh-tokoh agama, para santri dan pejuang kemerdekaan bangsa ini,” jelas Makruf.

 

Baca Juga :


Dalam hal ini, kata Farid Makruf, TNI memperkuat benteng keamanan negara, salah satunya dengan memutar film pengkhianatan G30S/PKI di tengah masyarakat guna menangkal bahaya laten gerakan ini kepada generasi muda bangsa penerus perjuangan NKRI. Komunis gaya baru yang tujuannya untuk merongrong Pancasila dan menggantikannya dengan idiologi komunis harus tetap diwaspadai. “Untuk itu seluruh jajaran TNI di NTB hingga Posramil di pedesaan NTB diharuskan untuk memutar film G 30S/PKI untuk diketahui masyarakat khususnya kepada generasi muda. Karena hal ini merupakan perintah langsung dari Panglima TNI. Dan Alhamdulillah di seluruh Koramil se NTB sudah melaksanakan instruksi Panglima dimaksud,” ujar Danrem. (wardi) 



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan