Cari

Tutup Iklan

Redam Radikalisme, Pemerintah Diibaratkan Pemadam Kebakaran

Redam Radikalisme, Pemerintah Diibaratkan Pemadam Kebakaran

Ketua PW NW NTB TGH. Mahali Fikri melihat, pemerintah saat ini diibaratkan seperti pemadam kebakaran. Dimana muncul masalah baru meredam atau

Politik

Redam Radikalisme, Pemerintah Diibaratkan Pemadam Kebakaran

Redam Radikalisme, Pemerintah Diibaratkan Pemadam Kebakaran

Redam Radikalisme, Pemerintah Diibaratkan Pemadam Kebakaran

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
18 Juni, 2017 16:46:35
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 1050 Kali

Ketua PW NW NTB TGH. Mahali Fikri melihat, pemerintah saat ini diibaratkan seperti pemadam kebakaran. Dimana muncul masalah baru meredam atau menumpasnya. Seharusnya pemerintah punya inteljen yang tangguh. Inteljen  bisa mendeteksi beberapa potensi yang bisa muncul dari gerakan-gerakan radikal. “Jangan tunggu muncul dulu baru diselesaikan. Lebih baik sebelum muncul kita cari bersama-sama akar permasalahannya sehingga bisa diantisipasisejak awal. Tindakan preventif itulah yang harus dilakukan oleh pemerintah terhadap gerakan-gerakan seperti ini. Dan  NW siap untuk itu. NW sangat cinta pada negara ini dan berharap kita bisa berdialog dari hati ke hati,” ujar Ketua Partai Demokrat NTB ini.

Bagi NW azas Pancasla, NKRI dan UUD 1945  tak ada tawar-menawar lagi. Di NTB, TGB sebagai Ketua Umum NW sudah melakukan dialog oleh di beberapa wilayah  yang diduga sebagai lokus terbinanya bibit radikalisme. Seperti di  Tirpas, Lombok Timur. NW punya upaya melakukan pendekatan kepada pimpinan Ponpesnya. Dan ternyata setelah didalami sebenarnya tak ada pendidikan ataupun transfer dari prinsip-prinsip radkalisme itu. “Yg ada justru orang dari luar yang masuk mempengaruhi masyarakat setempat. Tapi kalaupun ada kita sebaiknya melakukan tindakan-tindakan preventif untuk menyelesaikannya dengan baik,” ujar dia.

Banyaknya muncul gerakan-gerakan yang ditengarai radikalisme sepertidi Bima, NW selalu turun  mengapresiasi masyarakat/jamaah di Bima mellaui pendekatan silaturrahmi, pengajian ataupun hiziban bersama sebagai ciri khas NW. “Adanya

Gerakan radikalisme di Bima, sebenarnya bukan berasal darin Bima ataupun daerah lain di NTB.  Masyarakat disana terkontaminasi oleh sikap radikal itu dari daerah lain seperti dari Jawa ataupun Sulawesi. Sekali lagi NW tak mengenal kekerasan tapi prinsip watawasaubilhaq watawasaubissob itu dijalankan dengan semangat nasehat dan hikmah yg baik itu yang kita kedepankan,” terangnya lagi. (Wardi) -03

Baca Juga :


     



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan