Cari

Tutup Iklan

NW Tolak Gerakan Radikalisme

NW Tolak Gerakan Radikalisme

Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (NW) NTB berpendapat munculnya gerakan sparatis, sekuler, radkalisme, teroris dan sebagainya, NW merupakan organisasi keagaman yang bedasarkan

Politik

NW Tolak Gerakan Radikalisme

NW Tolak Gerakan Radikalisme

NW Tolak Gerakan Radikalisme

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
18 Juni, 2017 16:46:05
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 1372 Kali

Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (NW) NTB berpendapat munculnya gerakan sparatis, sekuler, radkalisme, teroris dan sebagainya, NW merupakan organisasi keagaman yang bedasarkan azas Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah yang dengan tegas dalam AD disebut Ala mazhabil Imamissyafii. Di saat orang memahami ini, NW selalu mengedepankan apa yang disebut Tasamu bagaimana NW membangun toleransi, kebersamaan bagaimana NW membangun amal usahanya dan memberikan kehidupan dharma bhaktinya kepada bangsa dan negara ini. NW menolak, tidak pernah mengenal, membenarkan apalagi mengakui tindakan-tindakan ataupun sikap radikalisme ini. Sikap NW ini ada sejak pendiri NW ada,” kata pimpinan Ponpes Al-Kamal NW Narmada ini.

Hingga saat ini NW yang dipimpin  Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul selalu menyampaikan suara-suara perdamaian, suara bagaimana jati diri bangsa Indonesia ini yang dimasa lalu dikenal oleh masyarakat dunia adalah bangsa yang sangat santun, penuh gotong royong, toleransi, persaudaraan. Hampir tidak ada sebuah negarapun di dunia ini seindah Indonesiadi masa  lalu. “Karena itu NW sangat prihatin dimana kondisi sekarang banyak masyarakat kita salah memaknakan dan salah memanfaatkan teknologi yang seharusnya kemjuan teknologi itu mereka manfaatkan untuk meraih kemudahan demi mencapai keberhasilan dan kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi disalahgunakan justru untuk mengembangkan informasi-informasi yang menyesatkan, mengganggu tatanan kemasyarakatan dan merusak kebersamaan dan persaudaraan bangsa,” ungkapnya.

Untuk lebih menguatkan tali silaturrahmi antar organisasi islam, NW tetap menjalin kerjasama dengan organisasi Islam lainnya dimana NW memahami bahwa dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, NW merupakan salah satu unsur dari sekian anasir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melihat situasi bangsa saat ini tidak akan pernah dan tidak akan mungkin NW sendiri yang bisa berbuat untuk menyelesaikan masalah bangsa ini. Tapi dibutuhkan peran serta semua komponen lainnya termasuk organisasi besar seperti Muhammadiyah, NU, Persis dan lainnya.

Menurutnya, hal ini selalu dipahami NW. Trobosan TGB Zainul Majdi selaku Ketua Umum PB NW selalu melakukan safari silaturrahmi ke organisasi masa Islam yang lain. TGB tidak berat mendatangi kelompok organisasi yang bukan Islam. Ketika TGB diundang oleh Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia TGB langsung datang lalu membuka dialog, membangun komunikasi yang bagus. “Karena kami yakin NW ini tak bisa sendirian menyelesaik n persoalan bangsa ini begitu juga dengan organisasi lainnya,” ujar Mahaly.

Baca Juga :


Terhadap organisasi yang dikesankan melakukan tindakan radikalisme diakuinya, NW belum ada komunikasi khusus dengan mereka, namun NW berharap  pemerintah bisa membuka ruang sekaligus sebagai pasilitator bagi organisasi-organisasi lainnya bisa duduk bersama. NW menilai jika sendirian mendekati gerakan radikal ini kemungkin ada kendala. Sebaliknya jika pemerintah secara moral bertangngjawab dalam hal ini untuk mencari solusi dalam penyelesaian masalah-masalah yang berpotensi memecah persatuan bangsa. “Jika pemerintah bisa menjadipasilitator untuk memulai komunikasi barulah NW punya ruang dan kesempatan untuk berdialog dengan mereka,” ucapnya. (Wardi) -03



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan