logoblog

Cari

Ketua DPC PDIP Dompu Jawab Kekecewaan Bupati

Ketua DPC  PDIP Dompu Jawab Kekecewaan Bupati

Dompu – Kekecewaan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin terhadap Presiden Jokowi, sebagaimana dicurahkan dalam sambutannya saat pelantikan pengurus Lembaga

Politik

KM. Potu (KMP)
Oleh KM. Potu (KMP)
11 Juni, 2015 14:55:50
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 9565 Kali

Dompu – Kekecewaan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin terhadap Presiden Jokowi, sebagaimana dicurahkan dalam sambutannya saat pelantikan pengurus Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) Kabupaten Dompu periode 2015-2020 yang bertempat di Paruga Samakai Dompu Selasa (09/06), mendapat umpan balik dari salah satu kader PDIP Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya tersebut, Bupati merasa kecewa terhadap Presiden, pasalnya Presiden telah membuka kran impor sehingga membuat harga Jagung anjlok. Selain itu, tidak kunjung direalisasikannya janji Jokowi dalam penetapan harga pokok Jagung sebagaimana yang dijanjikan pada saat panen raya 11 April lalu, dimana Jokowi menjanjikan harga Jagung Rp. 2.700/kg untuk Jagung kering, dan untuk Jagung basah sekitar Rp. 2.000/kg, menambah kekecewaan Bupati terhadap Presiden RI ke 7 tersebut.

Dikatakannya, sudah disampaikan dibeberapa kesempatan, bahwa sangat tidak bijak kebijakan pemerintah masih mengimpor jagung, dan taiming dibukanya kran impor tidak pas. Kalaulah dia mengimpor nanti di bulan Oktober sampai Februari, maka tidak apa-apa, karena bulan-bulan tersebut kita tidak panen jagung. Ironisnya, saat kita panen, justru impor, imbuh Bupati.

Dengan dibukanya impor jagung, sangat berpengaruh terhadap jagung lokal, karena jagung impor akan menyita ruang penyimpanan digudang-gudang yang di perusahaan pakan di Indonesia dan juga di daerah-daerah tidak ada tempat untuk mengevakuasi jagung yang dari daerah, sehingga akan memukul harga jagung petani.

Oleh sebab itu, saya berharap agar Presiden segera menerbitkan Keppres tentang Hpp jagung, paling tidak menjadi acuan bagi petani dan masyarakat secara umum untuk komoditas tertentu, kata Bupati. Dan dalam waktu dekat, kami akan bersurat terkait hal tersebut di pemerintah pusat, namun sebelumnya kami sudah koordinasi dengan pejabat eselon di kementerian untuk membicarakan masalah itu.  

Menyikapi kecewaan Bupati, Ketua DPC PDIP Kabupaten Dompu Imansyah Soebari, yang dihubungi kemarin dikediamannya mengatakan bahwa tuduhan Bupati terkait pengaruh impor terhadap anjloknya harga Jagung di Dompu harus dikaji ulang, karena pada tahun-tahun sebelumnya, komoditas Jagung juga di impor oleh Pemerintah, namun harga Jagung tetap stabil. Sejauh mana pengaruh impor terhadap anjloknya harga Jagung maka harus diteliti, “Jangan asal ngomong” pungkas Soebari. Saya sangat paham dengan masalah Jagung terang dia, karena dulu saya pelaku langsung dalam urusan Jagung. Kalaupun hari ini terjadi penurunan harga Jagung lanjut dia, maka pemerintah bisa melakukan intervensi pasar.

 

Baca Juga :


Dalam hal kekecewaan sekaligus kritikan tersebut, dirinya sepakat dengan Bupati, karena pengendalian harga berada dimeja Dolog, dan dolog harus menjawabnya. Hanya saja, Bupati harus bicara sedikit sadar, karena pada masa paceklik dulu, dan impor Jagung tetap berlangsung, harga Jagung tetap stabil, kembali menegaskan.

Oleh sebab itu, lanjut Soebari, Bupati jangan hanya berbicara begitu, harusnya Bupati selaku pemerintah yang dia juga menandatangani harga pokok penjualan, harus memberikan solusi, dan jika ada disparitas harga, maka pemerintah harus bertanggung jawab, bukan saja pemerintah pusat. Saran keras atas kritikan Bupati, dolog harus menjawab. Dan terjadinya perbedaan harga dari penetapan Pemerintah adalah permainan pasar, dimana harga saat ini ditingkat petani untuk Jagung kering sekitar 1.700 sampai 1.800 rupiah, dan Jagung basah kisaran pada 1.400. Dalam konteks itu, pemerintah harus mengintervensi, dari pusat maupun daerah, saran Soebari.

Terkait dengan Jokowi yang mendapat masukan dan kritikan dari siapapun termasuk Bupati, maka kami selaku kader PDIP yang walaupun tidak terkait langsung dengan urusan pemerintahan, maka kami wajib mengawal pemerintahan ini agar berhasil dalam membangun masyarakat, memberikan masukan dan menyampaikan masukan dari masyarakat, apalagi Jokowi adalah Presiden sekaligus kader PDIP, pungkas Soebari.[] - 01



 
KM. Potu (KMP)

KM. Potu (KMP)

Lahir dan besar di Potu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Senang menulis apapun secara bebas. Email : miftahulyani@gmail.com. Hp. 087866921180. Terinspirasi oleh KM. Bali 1.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan