logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jelang Pilpres, KPU Gelar Rakor

Jelang Pilpres, KPU Gelar Rakor

KM, Sarei Ndai.- Proses pungut hitung untuk pemilu Presiden dan Wakil Presiden tinggal hitung hari. Dan untuk menyukseskan pesta rakyat tersebut, Komisi

Politik

KM Sarei Ndai
Oleh KM Sarei Ndai
08 Juli, 2014 12:13:22
Politik
Komentar: 0
Dibaca: 4485 Kali

KM, Sarei Ndai.-

Proses pungut hitung untuk pemilu Presiden dan Wakil Presiden tinggal hitung hari. Dan untuk menyukseskan pesta rakyat tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat koordinasi (Rakor). Sabtu (5/7) di Rumah Makan BBA doro Belo. Rakor tersebut guna membahas soal kesiapan dalam pendistribusian logistik pilpres ke tiap-tiap kecamatan.

Rakor tersebut diahdiri unsur Muspida Kabupaten Bima, Panwaslu, Kepala Pengadilan Negeri, Perwakilan Dandim dan perwakilan kapolres Bima kabupaten serta kapolres Kota. Selain itu hadir juga sejumlah tim sukses pasangan Capres dan Cawapres.

Ketua KPU Kabupaten Bima, Siti Nursusila, SIP MM didepan undangan memaparkan tahapan pilpres yang telah dilalui. Kata dia, logistik pilpres sudah mulai dipak untuk didistribusikan ke masing-masing kecamatan. “kami sudah menyiapkan semuanya, tinggal menunggu kesiapan pengawalan dari anggota kepolisian,”katanya.

Menurutnya, pendistribusian logistik di 18 kecamatan tersebut akan berlangsung selama 3 hari.  Susila memastikan, logistik berupa surat suara tersebut akan selesai didroping Senin (7/7) hari ini. “kalau tidak ada kendala, pendistribusiannya akan selesai Senin (hari ini, red),” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Susila juga menyebutkan jumlah TPS yang tersebar di Kabupaten Bima. Ia juga mengaku sudah merekrut ulang anggota KPPS baru. “Jumlah TPS pada pilpres ini berkurang dari pileg lalu, sekitar 660 TPS. Karena per satu TPS, ada sekitar 450 hingga 800 pemilih yang akan memberikan hak pilih dalam satu TPS,” jelasnya.

 

Baca Juga :


Susila  juga memaparkan jumlah DPT, DPKTB, dan DPK yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Susila meminta agar seluruh komponen penyelenggara pemilu dan pemerintah untuk tetap memantau jumlah pemilih tersebut.

“Meski kami sudah tetapkan DPT maupun DPK, tapi jika masih ditemukan pemilih yang belum terkafer, kami tetap tindaklanjuti. Paling tidak, pemilih tersebut akan memberikan hak pilih dengan KTP atau KK,” terangnya.

Kesempatan itu juga, Susila menjelaskan dihadapan para tim ses bahwa ada kesalahan tehnik, sebanyak DPT di Kecamatan tambora ada yang dipindahkan TPS 1 sebanyak 100 pemilih. “pemilih sebanyak itu tercatat di TPS 3, tapi kami sudah kembalikan kje TPS 1. Walau demikian tidak akan mengurangi atau menambah surat suara,”pungkasnya.(Andre)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan