logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sistem Negara Islam Memang Tidak Ada!

Sistem Negara Islam Memang Tidak Ada!

oleh; Agus Dedi Putrawan Mahfud MD dalam sebuah diskusi yang bertajuk “sumbangan perubahan dari Jogja” Jum’at 25, April 2014 di dalam Gedung

Politik

agus dedi putrawan
Oleh agus dedi putrawan
10 Mei, 2014 08:23:11
Politik
Komentar: 4
Dibaca: 8161 Kali

oleh; Agus Dedi Putrawan

Mahfud MD dalam sebuah diskusi yang bertajuk “sumbangan perubahan dari Jogja” Jum’at 25, April 2014 di dalam Gedung Promosi Doktor UII., menantang para audiens yang mayoritas mahasiswa untuk menunjukkan bahwa ada sistem pemerintahan dalam Islam!.. “saya akan mengulang-ulang untuk mengatakan Itu Salah!, kalau ada mahasiswa atau siapapun yang menunjukan kepada saya sistem negara Islam, saya akan membantah, Sistem negara dalam Islam itu tidak ada tapi prinsip-prinsipnya ada!.  Anda harus bedakan antara sistem dengan prinsip!” lanjut beliau.

Menurutnya umat Islam harus memisahkan dahulu antara sistem dengan prinsip, di new zeland adalah negara ter aman di dunia, tidak ada orang beragama Islam di sana akan tetapi prinsip Islami diterapkan di sana, nilai kejujuran, hak asasi manusia, toleran, pemerintah yang adil, hukum yang dihormati dan lain-lain. Berbanding terbalik dengan negara-negara Islam yang mayoritas penduduknya islam terutama di negeri ini, misalnya kalau mereka di new zeland berdagang jus di luar rumah, kulkas nya dia bawa keluar, sering dagangan ditinggal penjualnya. Karena amanatnya orang-orang di new zeland dagangan tersebut tak di ambil ataupun dicuri. Di Indonesia bagaimana? 

Dari uraian di atas, lalu saya penasaran bagaimana dengan orang-orang organisasi yang memperjuangkan konsep kilafah, apakah mereka salah?.. kita ambil saja contoh HTI Indonesia, di mana setiap propaganda yang mereka gulirkan, setiap permasalahan yang tengah terjadi dalam dinamika perpolitikan di negeri ini selalu solusinya adalah sistem khilafah.  Lalu apakah konsep khilafah di Indonesia dapat berdiri?

Saya membayangkan seandainya sistem khilafah dapat/akan didirikan di Indonesia, maka pihak dari wahabi akan bilang, konsep negara mamlakahlah (Arab Saudi) model yang benar, lalu yang Syi’ah bilang model Iranlah yang paling benar, dan yang lain juga berpendapat berbeda dari keduanya.

 

Baca Juga :


Dalam konstitusi apa yang dimaksud benar itu adalah sesuatu yang di sepakati. Demokrasi di Indonesia dikatakan benar, namun di Arab Saudi dikatakan salah, totalitarian anda katakan salah, namun di negara-negara totaliter dikatakan benar, Indonesia menganggap monarchi salah, di Inggris, Thailand mengatakan benar. Indonesia menganggap Pancasila benar, namun di luar negara itu dikatakan salah.  Semua sistem pemerintahan benar menurut kesepakatan di mana ia tumbuh. [] - 01

ilustrasi foto: net



 
agus dedi putrawan

agus dedi putrawan

Agus Dedi Putrawan, Ketua Bidang Kajian dan Riset di Berugaq Institute Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM. Lingsar

    KM. Lingsar

    14 Mei, 2015

    menurut orang islam yang berpendidikan pasti dapat memahami tentang sistem dan prinsip sedangkan sebagian orang islam di bawah garis awam kalau ditanya pasti negara islam yang paling tepat, nah kalau hti yang ada diindonesia termasuk awam atau berpendidikan??????


  • burex muridmacel

    burex muridmacel

    12 Mei, 2014

    nilai salah dan benar sering muncul atas dasar asumsi setiap orang. ada kalannya asumsi seseorang mengarahkan ke hal-hal yang benar, sebaliknya juga bgitu, sehingga menilai sesuatu apakah ia benar dan salah tergantung dari asumsi itu sendiri. setiap orang bisa berasumsi macam-macam, karena asumsi adalah sebuah proses bilamana seseorang mencari kepastian yang ia pikirkan. asumsi dan pikiran memang sulit dipisahkan, seseorang berasumsi sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya. hanya orang yang memiliki hati bersih yang kemudian melahirkan nilai kebenaran tersebut, karena seseorang yang memiliki hati yang bersih pasti mereka berpikir sehat, begitu pula selanjutnya, pikiran yang sehat itu pasti lahir dari orang-orang yang berhati bersih, mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan. bukan karena indonesia menjadi negara islam lalu bangsa ini direstui Tuhan, bukan karena indonesia sebagai negara pancasila, demokrasi dst lalu kemudian Tuhan benci. HEHEHEHE


  • Abu Macel

    Abu Macel

    12 Mei, 2014

    mencerahkan..... dan akan makin menarik jika sedikit diulas tentang khilafah sebagaimana yang anda bayangkan yang difahami HTI. agar pembaca makin bisa memahami perbedaan antara prinsip dan sistem yang dimaksud Pak Mahfud. terimakasih


    1. agus dedi putrawan

      agus dedi putrawan

      12 Mei, 2014

      siap, terimakasih atas masukannya. agar pembaca dapat mengerti nanti saya paparkan lebih mendalam !


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan