logoblog

Cari

Tutup Iklan

Reformis Hibrida -Reformis Horizontal

Reformis Hibrida -Reformis Horizontal

MENGHIDUPKAN KEMBALI SATU NAFAS REFORMASI – REFORMASI YANG SEJATINYA TELAH DIRINTIS SEJAK LEBIH DARI SATU DASAWARSA LALU, YANG INSYA ALLAH AKAN

Politik

Reformis Hibrida -Reformis Horizontal


Tri Budiprayitno
Oleh Tri Budiprayitno
28 Februari, 2014 15:58:01
Politik
Komentar: 1
Dibaca: 5698 Kali

Menghidupkan kembali satu nafas reformasi – reformasi yang sejatinya telah dirintis sejak lebih dari satu dasawarsa lalu, yang insyaAllah akan dilakukan pada setiap zaman oleh setiap generasinya, untuk mewujudkan satu negara bangsa yang mengorientasikan keberadaannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, tentunya merupakan hal yang tidak mudah sebagaimana membalik telapak tangan. 

Diakui atau tidak, dari berbagai sudut pandang terkait isu strategis terkini dan berbagai pemberitaan media, terasa ada sesuatu yang hampir hilang dari bangsa ini, yakni jauhnya lisan dengan pemaknaan mengenai arti nasionalisme. Kalau boleh dikata, bangsa ini hampir tidak memiliki obsesi akan cita-citanya, untuk menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. 

Nasionalisme yang sesungguhnya dan yang dibutuhkan bangsa ini adalah :

Pertama : mengenai persatuan dan kesatuan, serta pemerataan hak dan kewajiban atas setiap warga negara. Artinya, kita sepakat untuk bersatu menjadi negara yang berdaulat, dan menjadikannya satu poros utama menuju indonesia satu – indonesia yang maju.

Kedua : kita membutuhkan kerja nyata, jujur dan bersih dari tindakan melanggar hukum, dengan kunci keikhlasan. Masyarakat tidak membutuhkan pencitraan yang berlebih. Informasi memang wajib untuk kita sampaikan, akan tetapi harus dibarengi dengan pembuktian kerja. Dengan kerja nyata, insya allah sudah sangat cukup untuk memberikan perkhidmatan terbaik yang kita miliki untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita masyarakat. Selain itu, dengan sendirinya masyarakat akan mendukung serta aktif berpartisipasi dalam setiap derap langkah pembangunan yang kita motori.

Ketiga : keberanian juga mutlak diperlukan. Berani bekerja, berani memberikan perkhidmatan seluruh waktu dan hidup untuk kepentingan masyarakat, berani menghadapi tantangan dan tekanan, serta berani untuk senantiasa tegar diatas kebenaran.

Memelihara persatuan dan kesatuan itu hukumnya wajib ("fardu ain"). Artinya sesuatu yang harus dilaksanakan. Kiranya, itulah modal utama kita sebagai bangsa. Sebab kalau tidak, suatu ketika indonesia hanya akan tersisa dalam lagu “dari sabang sampai merauke”  saja. Maka, negara kesatuan republik indonesia (nkri) adalah harga mati. 

Satu keyakinan ujum adalah, pemimpin mesti berdiri terdepan sebagai teladan, menjadi sumber inspirasi perubahan.

 

Baca Juga :


Akhirnya, biarkan hasil kerja yang membuktikan, dan biarkan pula masyarakat yang menilai. Semuanya adalah tentang niat tulus sebagai bagian dari ibadah, serta untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat.

Jangan pernah bicara hasil, hanya proses dan kerja nyata yang menentukan.

Mari kita lebih memilih berpeluh-peluh bekerja, daripada berbusa-busa bicara

“kita hadir, karena dan untuk rakyat” (*/03)

 



 

1 KOMENTAR

  1. KM Mutiara *9

    KM Mutiara *9

    14 Mei, 2014

    ass.. teruslah menulis bapk,,,semua kita yang berasal dari wilyah sekarbela merindukan tulisan-tulisan lagi.. salam kampung media


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan